Baru-baru ini Apple meluncurkan browser Safari 4 beta ke publik. Selain perubahan engine yang digunakan, Safari 4 juga memiliki beberapa perubahan pada tampilan antarmuka.
Tampilan tab Safari 4 sekarang berada diatas address bar, sangat mirip dengan Chrome. Tab bisa ditarik keluar menjadi window baru dan memindahkan tab dari satu window ke window lain hanya dengan drag.
Apple masih bersemangat untuk mencari tempat untuk mengimplementasikan cover flow yang pertama kali muncul di iTunes yang kemudian diimplementasikan juga di Finder pada OSX Leopard, sekarang Safari pun juga memiliki fitur cover flow. Fitur yang memiliki tampilan cover flow pada Safari adalah pada saat menampilkan bookmark, history dan hasil pencarian history.
Satu lagi fitur tampilan yang dimiliki Safari 4 yang mirip dengan Chrome adalah Top Sites yang menampilkan thumbnail situs-situs yang sering dikunjungi pada tampilan awal tab.
Safari tampaknya browser pertama yang sudah tahap beta yang lulus test Acid3, sedangkan Opera 10 yang sama-sama lulus test Acid3 masih dalam tahap alpha.
Dari segi performansi kecepatan render HTML dan Javascript, Safari 4 saya akui saat ini masih menduduki posisi teratas (kecuali Chrome juga akan implementasikan engine yang sama). Tapi yang patut disayangkan adalah Safari 4 benar-benar rakus resource, terutama memory. Baru browsing sebentar dengan hanya membuka 3 sampai 5 tab sudah dengan cepat memakan 100MB memory. Hal ini mungkin menjadi masalah jika browsing menggunakan Safari sembari membuka banyak aplikasi lainnya untuk mengerjakan hal-hal berat.
Untuk fitur-fitur apa saja yang dimiliki Safari 4 beta secara detail, dapat dilihat disini.



