Bunda: Besok kalau besar mau jadi apa, nak? Ananda: Sarjana bu..
Bunda: Wah kenapa begitu, nak?
*tag : serius, tapi jangan diambil hati :D*
Ananda:
Tahukah bunda? Sejumlah mitos di ITB telah merebak. Salah satunya adalah mitos tentang IPK lulusan mahasiswa. Jika ada lulusan MAHASISWA S1 mempunyai
IPK = A, dia cocok jadi dosen
IPK = B, dia cocok jadi pegawai profesional
IPK = C, dia cocok jadi wiraswasta
IPK = D/E, dia cocok jadi anggota DPR (ugh.. mitos ini harus diubah! >_<).
Nah, dari mitos itu bunda, ananda menyimpulkan bahwa “Apapun pekerjaannya paling tidak harus sarjana dulu”. Jadi, nanti ananda pasti bisa jadi apapun yang ananda inginkan setelah lulus S1 bunda!
bunda: *tersenyum*
Hehe.. entah berkaitan atau tidak dengan pemilihan calon presiden RI mendatang. Dengar-dengar, salah satu partai di Indonesia menerapkan standar calon presiden harus punya title phd. Saya rasa itu adalah langkah baik, akan tetapi, tetap menurut saya, minimal persyaratan presiden adalah phd itu terlalu tinggi (seperti halnya syarat buat bisa jadi dosen ITB adalah S3 juga saya rasa terlalu tinggi, hehe..). Mungkin lebih tepat jika menetapkan standar minimal S1 dan berkompeten menjadi pemimpin, namun kalau ada yang S3 dan berkompeten menjadi pemimpin pun lebih baik. Saya rasa standar itu lebih tepat.
waduh, saya aja belum lulus >:)







Leave a Reply