Keluarga Berencana

“Jangan cepat-cepat, jangan rapat-rapat, bayi sehat ibu selamat.”

Kira-kira itulah bunyi iklan KB yang sering diputar di TV. Apa saya pendukung KB? andai saja orang tua saya ikut KB dulu, saya mungkin tidak lahir sebagai Indri hehe. Tapi saya tetap dukung KB. Ilmu kesehatan berkembang mengurangi angka kematian, namun apa yang mengendalikan kelahiran? untuk itu, maka mari para keluarga kita berencana. Namun demikian para pengantin baru disarankan tidak menunda dulu (saran dari ortu sih begitu). Karena mudah-mudahan anugrah dari Allah ini selalu membawa berkah bagi keluarga.

Tumbuhnya manusia akibat baby boom telah membuat jumlah penduduk kita membludak, akibatnya? pertumbuhan lingkungan yang tidak sebanding dengan manusia akan kalah: peningkatan kebutuhan manusia menyebabkan terjadi perusakan dimana-mana, perburuan hewan, eksploitasi sumber daya yang berlebihan, tentu akan merusak keseimbangan sistem kita. Kalau tidak atas kesadaran manusia, bagaimana generasi anak cucu kita nanti?

Saya kira intronya sudah cukup heboh ya :D . Saya alhamdulillah baru ikut KB. FYI, ada beberapa KB yang bisa kita ikuti, dengan urutan resiko kehamilan tertinggi hingga terendah sbb:
1. KB Kalendar
2. KB Pil
3. KB Suntik
4. KB IUD
(Mohon maaf jangan menggunakan artikel ini sebagai satu acuan tunggal ya karena ini bukan penelitian ilmiah saya tapi seingatnya saya mengingat kata-kata dokter).

Awalnya sebagai new mom ada rasa takut pasang2 alat KB dan memutuskan untuk ga usah lah KB2 buatan, KB alami saja karena takut akan efek-efek yang ditimbulkan. Tapi lama kelamaan (dengan pengalaman saudara yang kebobolan juga dengan KB alami) kami memutuskan untuk KB demi kesehatan dan masa depan si kecil (dan kebahagiaan keluarga). Saya langsung minta KB setelah selesai masa menstruasi pertama setelah melahirkan (kira2 4 bulan setelah nifas baru dapat mens yang pertama).

IUD dianggap paling aman untuk ibu menyusui daripada pil dan suntik, sehingga KB ini yang saya pilih. Keluhan pertama kali IUD ditanamkan (karena ketakutan) jadi takut dan lemas sampai besoknya. Kemudian diikuti seperti menstruasi (tapi sudah tidak lemas) sampai 1 minggu, kemudian wajib control 1 minggu setelah pakai IUD, dan alhamdulillah dinyatakan aman. Selanjutnya dianjurkan untuk control setiap 6 bulan atau saat muncul keluhan baru. Info dari dokter obgyn saya, keluhan yang dikhawatirkan bermasalah adalah:
- Jika terjadi sakit yang hebat di bagian perut bawah
- Muncul keputihan yang sangat bau, yang dikhawatirkan akibat dari infeksi penggunaan IUD

Mudah-mudahan bermanfaat bagi keluarga-keluarga baru yang mulai banyak bersemi tahun ini :)

5 thoughts on “Keluarga Berencana

  1. laaahh…wong KBnya mom gagal…makanya ada te ndhut… ;p
    *sodara sopo maksud loe…??klo tu mah gk kbobolan tp sengaja dbobol…wes ketuwan… ;p

  2. indzz… aku juga dulunya mau pake IUD tapi masih ragu2. so, bismillah memantapkan hati untuk bekerja sama pakai KB Kalender setelah dapet mens pertama pasca nifas (izza 15 bln)
    peluk bwt little lingga ya..

  3. @Budhene Lingga: haha.. yo wis.. kejar-kejaran gak popo nek full IRT.. lah kalo aku kasian anakku nanti makin terlantar ;(

    @Novi: wahh.. bismillah deh kalau kebobolan berarti memang sudah jadi rezekinya bu Novi ya untuk adik Izza hehehe.. Salam juga buat kak Izza yaa :)

  4. baris pertama itu sering teteh nyanyiin klo lg mood nyanyi Ndri..dan isinya gak ada yg nempel di kepala…jd nya hamil cepat2 dan lahir rapat2..tp mudah2an ibu-bayi sehat selamat :D
    *mungkin_nanti_deh_setelah_lahiran_anak_ke_dua_dihayati_lagi_jingle_nya*

  5. Haa teh Nit yang benar??? jadi si utun mau punya adik lagi?? wah wah wah…. dekat sekali jaraknya… Aminn mudah2an ibu bayi sehat semua :D
    Selamat ya tetehh.. Indri masih KB dulu teh.. sampai keadaan mendukung untuk nambah adik lagi buat Lingga hehehe… Eh temen Lingga namanya siapa ya teh?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>