Pre-marital Medical Check up

“All in all, one should never worry about a relationship breaking off just because of the test results. If both people truly love each other, they would instead stick to each other through all the turbulence and support each other while facing the tremendous challenge of overcoming the illness and problems. Even after marriage. ” ~wedding.com

“… Saya sarankan, mbak Indri dan mas Tyo sebelum pernikahan, pergi ke puskesmas/rs terdekat untuk disuntik imunisasi…”
Bapak petugas KUA yang mewawancara kami mengakhiri wawancara dengan kalimat tersebut. Ya, di Kudus, semua calon mempelai wajib mengikuti wawancara untuk memastikan bahwa semua pernyataan yang tertulis benar-benar sesuai. Berbeda dengan daerah lain, yang mana cukup dengan memberikan surat pernyataan masih perjaka bermaterai sudah cukup. Meski tampak berbelit, menurut saya ini baik tujuannya.
Kembali ke kalimat tadi, kami berdua masih bertanya-tanya setelah mendapat jawaban yang sangat singkat atas pertanyaan untuk apa imunisasi, “Datang saja ke puskesmas nanti orang puskesmas juga tau”. Muncullah pertanyaan-pertanyaan :kalau salah suntik gimana? Akhirnya kami berkonsultasi ke dr.N, dan beliau menyarankan kita untuk mengikuti pre-marital medical check up supaya bisa langsung ditindaklanjuti apabila ada ketidakcocokan gen atau ada penyakit turunan yang akan berpengaruh pada keturunannya kelak.

Sekilas Tentang Pre-Marital Medical Check Up

Di kalangan masyarakat Indonesia, pemeriksaan kesehatan sebelum pernikahan belum biasa dilakukan. Menelusuri riwayat kesehatan keluarga, terutama keluarga calon pasangan masih dianggap hal yang tabu. Selain itu, adanya rasa takut dari calon mempelai akan adanya pembatalan pernikahan seandainya dari pemeriksaan ditemukan penyakit atau kelainan tertentu.

Untuk menyingkirkan rasa takut dan anggapan tabu, kita perlu mengetahui tujuan dan manfaat dari pemeriksaan kesehatan sebelum pernikahan. Tujuan dari Medical Check Up Pra Nikah adalah untuk melakukan pencegahan terhadap kemungkinan penyakit bawaan dari keluarga masing-masing, yang harus disikapi secara bijaksana. Dengan mengetahui sedini mungkin kondisi kesehatan masing-masing calon mempelai, maka akan lebih mudah melakukan upaya pencegahan yang mungkin bisa menyebabkan kelainan bagi keturunannya atau keguguran.

Ada beberapa manfaat yang didapat dari Medical Check Up Pra Nikah, yaitu :
1.Dapat mengetahui status kondisi kesehatan calon mempelai secara umum.
2.Apabila terdapat permasalahan kesehatan dapat segera ditangani.
3.Membantu mempersiapkan mental bagi calon mempelai.
(sumber: rsborromeus)

Sebelumnya kami memang sudah berencana untuk melakukan pre-marital medical check up terlebih dahulu, namun tertunda sampai akhirnya H-10 baru bisa terlaksana (idealnya, pemeriksaan pranikah dilakukan 6 bulan sebelum pernikahan, supaya jika perlu tindakan dapat dilakukan lebih dahulu).
Survey harga sudah dilakukan antara pr*dia dengan pr*mitha. Setelah menimbang harga, fasilitas, dan tingkat layanannya, kami memutuskan untuk mengambil paket pra-nikah standar di Pr*mitha dengan biaya Rp. 494.000. Dalam paket tersebut, pemeriksaan meliputi:
1. Golongan darah ABO + Rhesus
2. Cek darah lengkap
3. Cek urin lengkap
4. VDLR (untuk periksa penyakit siphilis)
5. TPHA (untuk periksa penyakit siphilis)
6. HBs Ag
7. Hb Eletroforesis
8. Gula darah puasa
(sebelum periksa harap puasa dulu antara 8-12 jam, namun jangan melebihi 12 jam)

Berhubung CMW sangat suka bermain dan memegang kucing, selain periksa sesuai paket juga ditambah pemeriksaan Anti Tokso IgG dan IgM sehingga biaya menjadi 800rb-an. Karena agak kuatir juga seringnya CMW bermain dengan kucing kampung/liar, bukan kucing yang bersih.
Sebelumnya sempat ditakut-takuti oleh dr.N kalau nanti akan bertemu dengan jarum suntik yang besar. Tapi ternyata, tenang saja, karena seberapa besarpun suntikan, jarumnya tetap saja kecil :D . Dan akhirnya 5 botol sampel darah sudah diambil dengan lancar. Mungkin karena pakai suntikan auto vacuum jadi ambil darahnya tidak terasa sakit/kaku sama sekali. Dan, karena kami tidak periksa kesuburan, jadi tidak ada hal-hal aneh seperti dr.N khawatirkan :D .

Kesimpulannya, sebelum minta suntik ke puskesmas, ada baiknya periksa kesehatan terlebih dahulu sehingga penanganannya jelas :)

8 thoughts on “Pre-marital Medical Check up

  1. indz, tyo, itu klo mw med-cek harus ada rekomendasi resmi dr KUA gak sih? seandainya belum ada rencana menikah :”>

  2. @goppy: nggak harus rekomendasi dari KUA kok, kalo mau pake pranikah ya gapapa, memang disarankan 6 bulan sebelum pernikahan *jangan-jangan 6 bln lagi ak dapat undangan nih hihihi*
    Gop datang dong ke kudus, kok ga jadii??? huks huks…

    @riska: 5 botol kecil ngka, ga sakit koo.. hehehe *cemmana kommenmu pendek banget*

  3. Pengen bgt ndri, tp ternyata ortu mau datang dari kampung tanggal segitu.moga2 acaranya lancar ya. 6 bulan lagi? amiin :D

  4. waaaaw,,,

    yuk gop, ris, ada yg mo ke kudus?? 1 hot seat left :) )

    nb: btw, cmw singkatan dr apa?

  5. @jens: huehe thanks banget yaa kalian udah jauh2 datangg ke kudus, we’re so happy :) . cmw = calon mempelai wanita jen :D

  6. pagi..
    mbak mau tanya kenapa setiap medical check up harus selalu puasa dulu ?
    dan apa akibatnya jika melakukan medical check up tapi tanpa berpuasa terlebih dahulu ?

  7. pagi.. dianjurkan puasa setahu saya supaya gula darah yang diperiksa gula darah normal, yang baru keliatan jika kita tidak makan 8jam. untuk jelasnya tanyakan ke dr nya langsung ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>